RSS

Tentang Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

20 Feb

A. Islam di Sumatera

1. Sejarah Islam di Aceh

Berdasarkan Seminar Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Aceh yang berlangsung di Banda Aceh pada tahun 1978, dinyatakan bahwa kerajaan Islam pertama adalah Perlak, Lamuri, dan Pasai.

Masa kerajaan Islam merupakan salah satu dari periodesisasi perjalanan sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Hal ini karena lahirnya kerajaan Islam yang disertai berbagai kebijakan dari penguasanya saat itu sangat mewarnai sejarah Islam di Indonesia. Terlebih-lebih, agama Islam juga pernah dijadikan sebagai agama resmi negara / kerajaan pada saat itu.

2. Kerajaan Islam di Aceh

a.       Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan ini berdiri pada abad ke-10 M/3 H. Raja pertamanya adalah Al-Malik Ibrahim bin Mahdum; yang kedua bernama Al-Malik al-Shaleh, dan yang terakhir kerajaan Islam pertama di Indonesia (daerah Aceh). Namun ada juga yang menyatakan bahwa kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Perlak, tetapi tidak banyak ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung fakta sejarah ini.

b.      Kerajaan Perlak

Kerajaan Perlak merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia. Bahkan, ada yang menyatakan lebih dahulu dari Kerajaan Samudera Pasai. Namun, sebagaimana dikemukakan terdahulu, tidak banyak bahan pustaka yang menguatkan pendapat tersebut.

Sultan Mahdun Alaudin Muhammad Amin yang memerintah antara tahun 1243-1267 M tercatat sebagai Sultan keenam. Ia terkenal sebagai sultan yang arif bijaksana dan alim, sekaligus seorang ulama.

Di Perlak pun terdapat suatu lembaga pendidikan lainnya berupa majelis taklim tinggi, yang dihadiri khusus oleh para murid yang alim dan mendalam ilmunya.

c.       Kerajaan Aceh Darussalam (1511 – 1874)

Kerajaan Aceh Darussalam yang diproklamasikan pada tanggal 12 Zulkaedah 916 H 91511 M) menyatakan perang terhadap buta huruf dan buta ilmu. Hal ini merupakan tempaan sejak berabad-abad yang lalu, yang berlandaskan pendidikan Islam dan ilmu pengetahuan.

Proklamasi Kerajaan Aceh darussalam tersebut merupakan hasil peleburan Kerajaan islam Aceh di belahan barat dan Kerajaan Islam Samudera Pasai di belahan timur. Putra Sultan Abiddin Syamsu Syah diangkat menjadi raja dengan gelar Sultan Alauddin Ali Mughayat Syah (1507 – 1522).

Pada abad ke-15, diberitakan oleh Cong Ho, Marco Polo, dan Ibnu Batutah bahwa di Aceh telah berdiri Kerajaan Lamuri yang tunduk kepada Pidie. Pada mulanya pusat pemerintahan terletak di satu tempat yang dinamakan Kampung ramni dan dipindahkan ke Darul Kamal oleh Sultan Alaudin Inayat Johan Syah (1408 – 1465 M). Sultan Ali Mughayat Syah adalah pembebas Aceh dari kekuasaan Pidie. Dia dapat mengalahkan Sultan Pidie (Sultan Ahmad Syah). Kekuasaan kerajaan ini sampai ke Kerajaan Pasai. Masa keemasan kerajaan ini terjadi pada masa Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636 M).

d.      Kerajaan Siak

Sultan pertamanya adalah Abdul Jalil Rachmad Syah yang memerintah sebagai Sultan Siak I (1723 – 1746 M). Pada masa Kerajaan Siak II di bawah kekuasaan Sultan Muhammad Abdul Jalil Muzafar Syah (1746 – 1765 M) adalah zaman panji-panji Islam berkibar di Siak. Islam diperkirakan masuk ke Siak pada abad ke-12 M. Peranan Kerajaan Siak dalam memperlambat proses imperialisme Barat sangat dominan. Begitu pula dalam hal pendidikan, di Siak telah berdiri madrasah-madrasah serta sekolah-sekolah umum.

Demikianlah di antara kerajaan-kerajaan yang berada di Sumatera yang berasaskan Islam. Perlu ditekankan bahwa semua kerajaan tersebut telah mendukung penyiaran pendidikan islam, baik di Sumatera ataupun di luar daerah Sumatera.

3. Sejarah Pendidikan Islam di Sumatera

a.       Pendidikan Islam di Minangkabau

Menurut sebagian ahli sejarah, Islam masuk ke Minangkabau kira-kira tahun 1250 M, ulama yang termasyhur sampai sekarang sebagai pembawa Islam ke Minangkabau adalah Syekh Burhanudin yang dilahirkan di Sintuk Pariaman tahun 1066 H / 1646 M dan wafat tahun 111 H / 1691 M. Dia tempat pendidikan dan pengajaran agama Islam.

Agama Islam masuk ke Minangkabau melalui dua arah, yaitu :

1)      Dari Malaka, melalui Sungai Siak dan Sungai Kampar lalu ke pusat Minangkabau

2)      Dari Aceh, melalui pesisir barat.

b.      Pendidikan Islam di Jambi

Jambi adalah salah satu daerah yang berpegang teguh pada ajaran Islam. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pesantren / madrasah di Jambi, seperti berikut :

1)      Pesantren/Madrasah Nurul Iman di Jambi

Pesantren ini didirikan pada tahun 1332 H oleh H. Abd. Samad. Pada mulanya sistem yang digunakan sama seperti pesantren-pesantren lainnya, yaitu sistem halaqah.

2)      Madrasah Sa’adatul Darain

Madrasah ini didirikan oleh H. Ahmad Syakur. Sistemnya sama dengan madrasah Nurul Iman. Murid-muridnya kurang lebih 300 orang dengan gurunya 20 orang di tahun 1957.

3)      Madrasah Nurul Iman

Madrasah ini didirikan oleh Kamas H. Muh. Shaleh. Jumlah muridnya hampir sama dengan madrasah Sa’adatul Darain.

4)      Madrasah Jauharain

Madrasah ini didirikan pada tahun 1340 H oleh H. Abd. Madjid. Muridnya hampi sama dengan madrasah Nurul Islam.

5)      Madrasah As’ad

Madrasah ini didirikan oleh K. Abd. Kadir pada tahun 1952. sistemnya seperti dikemukakan Prof. H. Mahmud Yunus, yaitu mengikuti sistem-sistem madrasah di Minangkabau. Begitu pula, buku-buku yang dipelajarinya.

c.       Pendidikan Islam di Aceh

Sejak masuknya Islam ke Aceh sekitar tahun 1290 M, pendidikan islam lahir dan tumbuh dengan suburnya, terutama dengan berdirinya kerajaan Islam di Pasai. Pesantren-pesantren pun dibangun dengan bantuan pihak pemerintah Islam pada waktu itu.

Syekh Abdur Rouf adalah ulama yang menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Melayu. Tafsir Al-Qur’an itu bernama Tarjamanul Mustafid Bil Jawi. Ulama-ulama Aceh, seperti : Akhbarul Karim, bahaya Siribene dan masih banyak lagi.

d.      Pendidikan Islam di Sumatera Utara

Pendidikan Islam di Sumatera Utara ditandia oleh tumbuhnya berbagai pesantren dan madrasah yang cukup qualified dalam mencetak kader penerus cita-cita bangsa dan agama. Di antara pesantren yang terkenal adalah pesantren Syekh Hasan Ma’sum di Medan (1916 M), pesantren Syekh Abdul Wahab Sungai Lumut, Panai Labuhan Bilik (labuhan Batu), pesantren / madrasah Abdul Hamid Tanjung Balai Asahan, dan pesantren Syekh Sulaiman At-Tambusy (Kualuh). Adapun madrasah yang terkenal, adalah Madrasah Maslurah (1331 H / 1912 M), Madrasah Aziziyah (1923 M), Madrasah Libbanat, dan Maktab Islamiyah Tapanuli Medan (1336 H/1918 M).

e.       Pendidikan Islam di Sumatera Selatan Selatan (Palembag dan Lampung)

Sistem pengajaran di pesantren dan madrasah di Sumatera Selatan dalam hal pendidikan islam hampir sama dengan di Jawa, begitu pula kitab yanbg dipelajarinya. Pesantren dan madrasah yang terkenal, seperti : Madrasah Al-Quraniyah Sekolah Ahliyah Diniyah, Madrasah Nurul Falah, dan Madrasah Darul Funun.

Di samping pesantren dan madrasah juga telah berdiri Perguruan Islam Tinggi Palembang di Sumatera Selatan pada tahun 1957.

B. Sejarah Islam di Jawa

1. Kerajaan Islam di Pulau Jawa

a.       Kerajaan Demak (1500 – 1550 M)

Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Fatah pada awal abad XIV. Pada mulanya, Demak merupakan pusat pengajaran Islam yang dipelopori oleh Raden Fatah (tahun 1500 M), kemudian makin lama Demak berkembang menjadi kota perdagangan dan akhirnya menjadi sebuah kerajaan.

b.      Kerajaan Mataram (1575 – 1757 M)

Perpindahan kekuasaan dari Demak ke Pajang tidak menyebabkan perubahan yang berarti dalam sistem pendidikan dan pengajaran Islam. Setelah pusat kerajaan Islam berpindah dari Pajang ke Mataram (tahun 1586 M), tampak beberapa perubahan, terutama pada zaman Sultan Agung (tahun 1613 M) . setelah mempersatukan Jawa Timur dengan Mataram serta daerah-daerah yang lain, Sultan Agung mulai mencurahkan perhatiannya untuk membangun negara, seperti mempergiat berladang dan bersawah, serta memajukan perdagangan dengan luar negeri.

2.      Sejarah Pendidikan Islam di Jawa

Sejarah pendidikan Islam di Indonesia sebelum Indonesia merdeka masih berdasarkan kedaerahan dan belum berpusat seperti sekarang ini. Oleh karena itu, tiap-tiap daerah melancarkan pendidikan dan pengajaran Islam menurut keadaan daerah masing-masing.

C. Sejarah Islam di Maluku

1. Kerajaan islam di Maluku

Masuknya Islam ke Maluku dibawa oleh mubaligh dari Jawa, sejak zaman Sunan Giri dari Malaka (kurang lebih tahun 1475). Raja Maluku yang pertama masuk Islam adalah Sultan Ternate, yang bernama Marhum pada tahun 1465 – 1486 M atas pengaruh Maulana Husein, saudagar dari Jawa. Di Maluku ada raja yang terkenal dalam bidang pendidikan dan dakwah Islamnya, yaitu Sultan Zainal Abidin (1486 – 1500 M).

2. Sejarah Pendidikan Islam di Maluku

Pelaksanaan pendidikan di Maluku ketika itu telah maju dibanding dengan daerah-daerah lainnya karena telah didirikan Madrasah di Ambon yang termasyhur ketika itu adalah Madrasah Mahasinul Akhlak, yang telah banyak mengeluarkan para pemuda Islam yang terjun langsung ke masyarakat sebagai guru dan pemimpin agama.

D. Sejarah Islam di Kalimantan

1. Kerajaan Islam di Kalimantan

Islam masuk ke Kalimantan pada abad ke-15 M dengan cara damai yang dibawa oleh mubalig dari Jawa. Sunan Bonang dan Sunan Giri mempunyai para santri di Kalimantan Sulawesi, dan Maluku. Gubahan Sunan Giri bernama Kalam Muyang, sedangkan gubahan Sunan Bonang bernama Sumur Serumbung.

2. Sejarah Pendidikan Islam di Kalimantan

Pada tahun 1716 M di Kalimantan terdapat ulama besar bernama Syekh Arsyad al-Banjari dari Desa Kalampayan yang terkenal sebagai pendidik dan mubaligh besar.

Di Kalimantan terdapat madrasah-madrasah yang mengajarkan agama serta pelajaran umum. Madrasah-madrasah itu diantaranya adalah sebagai berikut.

a.       Pesantren/Madrasah di Kalimantan Barat (Pontianak)

Madrasah yang tertua disini ialah Madrasatun Najah Wal Fatah di Sei bakai Besar Mempawah, yang didirikan tahun 1918 M.

b.      Sekolah Menengah Islam Pertama di Banjarmasin

Sekolah ini didirikan tangal 15 Oktober 1946 di Banjarmasin (Kalimantan Selatan).

c.       Madrasah Normal Islam Amuntai (1928 M)

Madrasah ini didirikan pada tahun 1928 oleh H. Abdur Rasyid, tamatan Al-Azhar Mesir dengan nama Arabische School.

E. Sejarah Islam di Sulawesi

1. Kerajaan Islam di Sulawesi

Kerajaan Islam pertama adalah Kerajaan Kembar Gowa – Tallo tahn 1605 M. Rajanya bernama I. Mallingkaang Daeng Manyonri yang kemudian berganti nama dengan Sultan Abdullah Awwaul Islam. Menyusul di belakangnya, Raja Gowa benrama Sultan Aluddin. Dalam waktu dua tahun, seluruh rakyatnya telah memeluk Islam. Mubalig Islam yang berjasa ialah Abdul Qodir Khatib Tunggal yang bergelar Dato Ri Bandang berasal dari Minangkabau, murid Sunan Giri. Seorang Portugis bernama Pinto pada tahun 1544 M menyatakan telah mengunjungi Sulawesi dan berjumpa dengan pedagang-pedagang (mubalig) Islam dari Malaka dan Patani (Thailand).

2. Sejarah Pendidikan Islam di Sulawesi

Ajaran Islam di Sulawesi sejak dahulu berkembang pesat. Pesantren banyak berdiri dan berkembang dengan pesat pula. Perkembangan itu mulai pesat sejak adanya alim ulama Bugis yang datang dari tanah suci Mekah, yang bermukim di sana beberapa tahun lamanya.

Madrasah-madrasah di Sulawesi, diantaranya adalah berikut ini :

a.       Madrasah Amiriah Islamiah di Bone (Sulawesi Selatan tahun 1933)

Madrasah Amiriah Islamiah mempunyai tiga bagian :

1)      Bagian Ibtidaiyah, lama pelajarannya tiga tahun (dari kelas I-III). Murid yang diterima adalah anak-anak tamatan SR 4/5 tahun

2)      Bagian Tsanawiyah, lama pelajarannya tiga tahun. Murid yang diterima adalah tamatan ibtidaiyah

3)      Bagian Mu’allimin, lama pelajarannya dua tahun (dari kelas I-II). Murid yang diterima adalah tamatan tsanawiyah dengan seleksi.

Pada tahun 1952, Madrasah Amiriah Islamiah diubah menjadi Sekolah Menengah Islam (SMI) kemudian pada tahun 1954, SMI diubah menhadi PGAP (Pendidikan Guru Agama Pertama).

Syekh H.M. As’ad bin H.A, Rasyid adalah seorang ulama besar di Sulawesi, Bugis (1907-1952 M). Ia lahir di Mekah pada tahun 1326 H (1907 M). Pada tahun 1350 H (1931 M), ia mendirikan madrasah, yaitu : Madrasah Wajo Tarbiyah Islamiyah. Kemudian, madrasah ini diubah namanya menjadi Madrasah As’adiyah. Madrasah ini terbagi di atas beberapa tingkat :

1)      Tingkat Awaliyah

2)      Tingkat Ibtidaiyah

3)      Tingkat Tsanawiyah; dan

4)      Tingkat ’Aliyah

b.      Madrasah-madrasah Islam di Sulawesi Tengah

Madrasah di Sulawesi tengah, diantaranya ialah :

1)      Madrasah Al-Khairat

Madrasah Al-Khairat didirikan oleh ulama besar Syewkh Al-Idrus, pada tahun 1930 M.

2)      Madrasah Tarbiyah Islamiyah

Madrasah ini didirikan oleh salah seorang murid Syekh H. M. As’ad.

3)      Madrasah Daru dawah wal Irsyad (DDI)

Madrasah ini didirikan pada tanggal 16 Rabiul Awal 1336 H (7 februari 1947) di Watang Soppeng (Sulawesi).

F. Sejarah Islam di Nusa Tenggara

1. Kerajaan Islam di Nusa Tenggara

Islam masuk ke Nusa Tenggara seiring dengan penaklukan daerah Bore (1606), Bima (1616, 1618 dan 1628 M), Buton (1626 M) oleh Kerajaan Goa. Dengan ditaklukkannya daerah tersebut, agama Islam tersebar ke daerah taklukannya sampai ke Nusa Tenggara.

2.      Pendidikan Islam di Nusa Tenggara

Madrasah Nahdltul Wathan Diniyah islamiyyah didirikan pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 H oleh H. Muhammad Zainuddin, seorang ulama besar di Pancor, Lombok Timur.

Pada tahun 1943 M didirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah oleh K.H. Muhammad Zainuddin di samping Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah. Madrasah ini ditujukan bagi murid-murid putri. Madrasah-madrasah tersebut mempunyai beberapa bagian, diantaranya :

1)      Tahdliryah

2)      Ibtidaiyah

3)      Mu’alimin / mukallimat

4)      Bagian SMI

5)      Bagian PGA

Pada akhir 1372 H., tepatnya tanggal 15 Jumadil Akhir (1 Maret 1953 M) Madrasah nahdlatul banat Diniyah Islamiyah dengan seluruh cabangnya dijelmakan menjadi satu organisasi dengan nama Nahdlatul Wathan (NW), yaitu organisasi pendidikan dan sosial yang berpusat di Pancor (Lombok Timur) dan mendapat sambutan yang baik dari umat Islam.

Madrasah-madrasah lain di Nusa Tenggara, diantaranya yaitu :

1)      Madrasah Al-Ittihad di Ampenan (Lombok Barat)

2)      Madrasa Al_Salam di Kediri (LombokTtengah)

3)      Madrasah Al-banat di Masbagik (Lombok Timur)

4)      Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah di Tanjung Teros,

5)      Madrasah Darul Ulum di Bima (Sumbawa)

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 20, 2011 in Ilmu Sosial, Sejarah

 

3 responses to “Tentang Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

  1. r. muhammad azwin

    April 5, 2011 at 6:09 pm

    assalaamu’alaikum
    blogwalking
    sejarah-labuhanbatu.blogspot.com

     
  2. dhon2008dhon

    Desember 13, 2011 at 11:47 pm

    Assalamualaikum,
    thanks buat artikelnya gan, ijin ambil buat tugas sekolah…..

    http://romadhon03.blogspot.com

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: