RSS

Pemberian Penghargaan dan Hukuman Bagi Anggota Polri

08 Okt

A. KETENTUAN PEMBERIAN PENGHARGAAN KEPADA PERSONEL POLRI

I.            SYARAT POKOK :

Yang bersangkutan tidak terkait dengan hal-hal yang bersifat prinsip ataupun tindakan lain yang secara langsung dapat menghilangkan haknya sebagai anggota Polri , antara lain :

1.             Pelaku Tindak Pidana antara lain narkoba, pencurian, kejahatan susila dan terhadap orang atau benda.

2.             Permasalahan Keperdataan seperti hutang piutang dan tindakan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat dan mengganggu kepentingan umum lainnya.

3.             Perbuatan lain yang terkait pelanggaran disiplin dan kode etik Polri.

II.       BIDANG OPS

1.             Dalam tugas penuh kesadaran memberikan dharma bakti secara maksimal bagi institusi Polri  pada khususnya serta kepentingan bangsa dan negara pada umumnya.

2.             Tidak mudah puas dengan hasil kerja yang dicapai dan senantiasa mempunyai pemikiran yang brillian yang bersifat inovatif dan konstruktif yang dilaksanakan secara cepat serta dapat dipertanggungjawabkan untuk mencapai kesempurnaan tugas demi kemajuan Institusi Polri.

3.             Dapat mengambil keputusan situasional yang tepat dengan pertimbangan resiko yang terkecil serta pemecahan masalah yang tepat secara efektif dan efisien sehingga keputusan yang diambil dapat memberikan dampak yang positif bagi Institusi Polri.

4.             Senantiasa menjadi pelopor dan dinamisator dalam menciptakan suasana yang harmonis dalam setiap lingkungan dan suasana.

5.             Memiliki keuletan, ketekunan serta keteguhan watak dalam mempertahankan kebenaran dalam setiap keadaan sesuai dengan Undang-Undang dan ketentuan yang berlaku.

6.             Memiliki kemampuan perencanaan yang mencakup bayangan dan konsepsi jauh ke depan demi kemajuan Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

7.             Menerima tugas dan tanggung jawab dengan penuh kesabaran sehingga mempunyai pengaruh yang positif kepada lingkungan.

8.             Secara fisik anggota tersebut memiliki sikap tampang, kerapihan, korek dan kebersihan diri yang tinggi.

9.             Dilihat dari ketrampilan (beladiri, olah raga, dll) dan kecakapan (bahasa asing, bahasa daerah, dll), anggota yang bersangkutan mampu menggunakannya untuk kepentingan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terhadap masyarakat.

10.         Senantiasa membangun komunikasi yang baik dan berkesinambungan terhadap lingkungan masyarakat , rekan kerja serta atasan maupun pihak–pihak lainnya.

11.         Mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap :

a.             Kehadiran.

b.             Tugas yang diselesaikan.

c.             Prestasi lainnya yang bersifat insidentil atau non periodik.

2

12.        Dalam waktu yang singkat dan tepat dapat memecahkan permasalahan yang menjadi tuntutan  masyarakat umum yang berskala besar serta mendapatkan atensi dari segala pihak baik secara regional, nasional hingga internasional yang disesuaikan dengan bidang fungsi operasional masing-masing antara lain :

a.             Fungsi Intelijen

1)             Membuat laporan informasi yang dapat memberikan kontribusi kepada organisasi Polri terkait dengan jaringan kejahatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kedaulatan negara.

2)             Melakukan penggalangan terhadap kelompok masyarakat sehingga mencegah terjadinya pertikaian antar kelompok yang mengarah SARA.

3)             Menggerakkan masyarakat sebagai jaringan intelijen, khususnya berkaitan dengan informasi yang berhubungan dengan kejahatan yang menjadi atensi pimpinan Polri.

b.             Fungsi Reskrim :

1)             Kecepatan dalam mendatangi dan mengolah TKP.

2)             Mengungkap kasus-kasus menonjol yang menjadi prioritas dan atensi pimpinan.

3)             Melakukan penyidikan yang cepat, murah, efektif dan efisien.

4)             Kecepatan dalam pengungkapan kasus dan menemukan tersangka.

c.             Fungsi Lantas :

1)             Mengungkap jaringan curanmor melalui registrasi kendaraan bermotor.

2)             Mengungkap kasus yang berkaitan dengan tindak pidana pemalsuan dan penggandaan dokumen kendaraan bermotor.

3)             Melakukan penangkapan terhadap tersangka (dalam hal tertangkap tangan terkait kasus atensi).

4)             Mampu melakukan diskresi kepolisian terhadap situasi yang dapat membahayakan pimpinan pemerintahan, masyarakat bangsa dan negara.

d.             Fungsi Samapta

1)             Melakukan penangkapan terhadap tersangka (dalam hal tertangkap tangan terkait kasus atensi).

2)             Mampu melakukan diskresi kepolisian terhadap situasi yang dapat membahayakan pimpinan pemerintahan, masyarakat bangsa dan negara.

3)             Mampu melakukan negosiasi terhadap aksi massa yang anarkhis sehingga situasi menjadi kembali kondusif dan aman.

e.             Fungsi Narkoba

1)             Mengungkap jaringan narkoba skala besar (dalam negeri maupun luar negeri) dan dapat menangkap DPO  (tersangka narkoba) lintas negara.

2)             Menciptakan wilayah yang bersih (zero) dari peredaran narkoba.

3)             Berhasil melakukan penyamaran (undercover) dalam suatu jaringan narkoba skala besar dan memberikan informasi secara detail serta akurat kepada pimpinan sebagai bahan pengambilan keputusan lebih lanjut.

f.              Fungsi Binamitra

1)             Menjalankan Polmas sebagai strategi sehingga mendapat pujian tertulis maupun tidak tertulis dari masyarakat maupun tokoh masyarakat

2)             Meredam suatu peristiwa yang berbau SARA di wilayah tugasnya dan memberikan informasi yang dapat dipertanggung jawabkan.

g.             Fungsi Brimob

1)             Melakukan diskresi Kepolisian terhadap situasi yang dapat membahayakan pimpinan pemerintahan, masyarakat bangsa dan negara.

2)             Berhasil meredam aksi anarkis massa yang berpotensi menciptakan kerusuhan berskala besar sehingga situasi menjadi kembali kondusif dan aman.

3

3)             Pelibatan dalam operasi menanggulangi gangguan dan ancaman terhadap kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

h.             Fungsi Pol Air

1)             Kecepatan dalam mendatangi dan mengolah TKP.

2)             Melakukan penyidikan yang cepat, murah, efektif dan efisien.

3)             Kecepatan dalam pengungkapan kasus dan menemukan tersangka.

4)             Menciptakan rasa keadilan, menciptakan iklim dan situasi yang kondusif bagi kegiatan pemerintahan dan sendi-sendi perekonomian masyarakat.

5)             Menciptakan kepastian hukum dan tidak diskriminatif.

6)             Menggagalkan tindakan illegal (illegal fishing, illegal logging, illegal mining, trafficking in person, perompakan, dll) yang berpotensi merugikan kekayaan negara.

7)             Menggagalkan usaha-usaha dari pihak luar yang berpotensi mengganggu keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (melanggar batas wilayah negara).

13.        Anggota melaksanakan tugas  mengandung resiko keselamatan jiwa.

14.        Anggota melaksanakan tugas dengan volume tugas yang lebih / melampaui tugasnya (diantaranya BKO daerah konflik atau penugasan khusus lainnya).

III.     BIDANG PEMBINAAN

1.            Dalam tugas penuh kesadaran memberikan dharma bakti secara maksimal bagi institusi Polri  pada khususnya serta kepentingan bangsa dan negara pada umumnya.

2.            Tidak mudah puas dengan hasil kerja yang dicapai dan senantiasa mempunyai pemikiran yang brillian yang bersifat inovatif dan konstruktif yang dilaksanakan secara cepat serta dapat dipertanggungjawabkan untuk mencapai kesempurnaan tugas demi kemajuan Institusi Polri.

3.            Dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat yang mencakup kemungkinan tindak lanjut sehingga keputusan yang diambil dapat memberikan dampak yang positif bagi Institusi Polri.

4.            Dapat mengusai diri untuk tidak menyalahgunakan wewenang.

5.            Memiliki keuletan, ketekunan serta keteguhan watak dalam mempertahankan kebenaran dalam setiap keadaan sesuai dengan Undang-Undang dan ketentuan yang berlaku.

6.            Memiliki kemampuan perencanaan yang mencakup bayangan dan konsepsi jauh ke depan demi kemajuan Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

7.            Mempunyai kewibawaan yang disegani di lingkungannya dan mampu menggerakkan orang lain untuk tidak melakukan tindakan anarkis pada situasi yang tidak terkendali.

8.            Secara fisik anggota tersebut memiliki sikap tampang, kerapihan, korek dan kebersihan diri yang tinggi.

9.            Dilihat dari ketrampilan (beladiri, olah raga, dll) dan kecakapan (bahasa asing, bahasa daerah, dll), anggota yang bersangkutan mampu menggunakannya untuk kepentingan prestasi organisasi.

10.        Anggota yang bersangkutan dapat berkomunikasi dengan atasan, rekan dan masyarakat dengan baik.

11.        Mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap :

a.            Kehadiran.

b.            Tugas yang diselesaikan.

c.            Prestasi lainnya.

4

12.          Memiliki inovasi kemampuan untuk melakukan sistem tata naskah pada satuan antara lain :

a.             Pengarsipan

b.             Agenda surat keluar / masuk.

c.             Dokumentasi.

d.             Filling and recording.

Sehingga inovasi kemampuan tersebut digunakan sebagai kebijakan baru dalam satuan.

13.        Anggota melaksanakan tugas dengan volume tugas yang lebih / melampaui tugasnya.

14.        Anggota yang melaksanakan tugas mengandung resiko keselamatan jiwa.

IV.    BIDANG TEKNOLOGI

1.            Dalam tugas penuh kesadaran memberikan dharma bakti secara maksimal bagi institusi Polri  pada khususnya serta kepentingan bangsa dan negara pada umumnya.

2.          Tidak mudah puas dengan hasil kerja yang dicapai dan senantiasa mempunyai pemikiran yang brillian yang bersifat inovatif dan konstruktif yang dilaksanakan secara cepat serta dapat dipertanggungjawabkan untuk mencapai kesempurnaan tugas demi kemajuan Institusi Polri.

3.            Dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat yang mencakup kemungkinan tindak lanjut sehingga keputusan yang diambil dapat memberikan dampak yang positif bagi Institusi Polri.

4.            Selalu mengambil langkah positif dalam usaha / tugas memperbaiki prestasi dengan hasil yang memuaskan.

5.            Memiliki kemampuan perencanaan yang mencakup bayangan dan konsepsi jauh ke depan demi kemajuan Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

6.            Ulet dalam menghadapi kesukaran dan ketekunan serta kepercayaan diri merintis jalan yang benar untuk mencapai tujuan.

7.            Dapat mengutarakan permasalahan secara menyeluruh dan mendalam serta sistematis sehingga mudah diikuti pihak lain.

8.            Mempunyai kewibawaan yang disegani di lingkungannya dan mampu menggerakkan orang lain untuk tidak melakukan tindakan anarkis pada situasi yang tidak terkendali.

9.            Secara fisik anggota tersebut memiliki sikap tampang, kerapihan korek dan kebersihan diri yang tinggi.

10.        Dilihat dari ketrampilan (beladiri, olah raga, dll) dan kecakapan (bahasa asing, bahasa daerah, dll), anggota yang bersangkutan mampu menggunakannya untuk kepentingan prestasi organisasi.

11.        Anggota yang bersangkutan dapat berkomunikasi dengan atasan, rekan dan masyarakat dengan baik.

12.        Mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap :

a.             Kehadiran.

b.             Tugas yang diselesaikan.

c.             Prestasi lainnya.

13.        Memiliki inovasi kemampuan dalam sistem teknologi yang ada (sistem komunikasi, sistem informasi, sistem komputerisasi, dan lain-lain), sehingga inovasi kemampuan tersebut digunakan sebagaii kebijakan baru dalam satuan.

14.        Membantu fungsi operasional dalam hal pengungkapan kasus-kasus yang menjadi tuntutan  masyarakat umum yang berskala besar serta mendapatkan atensi dari segala pihak baik secara regional, nasional hingga internasional.

5

15.        Membantu fungsi pembinaan dalam hal memberikan input inovasi baru yang berguna bagi kemajuan Institusi Polri.

16.        Anggota melaksanakan tugas dengan volume tugas yang lebih / melampaui tugasnya.

17.        Anggota yang melaksanakan tugas mengandung resiko keselamatan jiwa.

V.      ADMINISTRASI PENGUSULAN

1.            Kronologis peristiwa / kejadian.

2.            Daftar riwayat hidup.

3.            Foto copy Skep Pangkat terakhir.

4.            Foto copy Skep Jabatan  terakhir.

5.            Foto copy Skep Pengangkatan pertama.

6.            Surat Rekomendasi dari Ankum yang bersangkutan.

7.            SKHP.

8.            lampiran pujian tertulis dari masyarakat atau tokoh masyarakat bila ada.

VI.    PROSEDUR PENGUSULAN

1.            Pada tingkat Polda Diusulkan oleh Kasatker kepada Kapolda.

2.            Pada tingkat Satwil Diusulkan oleh Kasatwil kepada Kapolda.

VII.  MEKANISME PEMBERIAN PENGHARGAAN

1.            Usulan untuk mendapatkan penghargaan diproses oleh tim melalui rapat / sidang dewan penghargaan Polda yang terdiri dari Waka Polda, Irwasda, Karo Pers, Kabid Propam dan Kabag Binjah Ro Pers.

2.            Penerbitan piagam penghargaan oleh Bag Binjah Ro Pers.

3.            Pemberian penghargaan diserahkan oleh Kapolda atau yang mewakili pada saat pelaksanaan upacara bulanan.

VIII. HAL – HAL  LAIN

1.            Ketentuan tentang pelaksanaan pemberian penghargaan ini ditetapkan sebagai pedoman dalam pemberian penghargaan kepada personel Polda Kepri.

2.            Hal – hal yang belum diatur dalam ketentuan ini, akan diatur dalam ketentuan tersendiri sesuai pertimbangan pimpinan di masing-masing Satker / Satwil.

B. KETENTUAN PEMBERIAN HUKUMAN KEPADA PERSONEL POLRI

Dalam  hal tugas pokok Polri berdasarkan UU RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, maka hal yang berkenan memberikan sanksi / pemberian hukuman / punishment terhadap anggota Kepolisian Republik Indonesia dapat disesuaikan oleh Undang-undang yang mengatur antara lain sebagai berikut :

a.             PP No 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian  Negara Republik Indonesia.

b.             Perkap No 7 tahun 2006 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pada tingkat Polda, fungsi/tugas pemberian hukuman ini diemban oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) sedangkan pada tingkat Satwil diemban oleh Unit P3D.

 
 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: