RSS

Pancasila

30 Sep

PANCASILA Compiled by khaerul muslim

Nilai, norma, dan moral adalah konsep-konsep yang  saling berkaitan. Dalam

hubungannya dengan Pancasila maka ketiganya  akan memberikan pemahaman yang

saling melengkapi sebagai sistem etika.

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya merupakan  suatu nilai

yang menjadi sumber dari segala penjabaran  norma baik norma hukum, norma moral

maupun norma kenegaraan lainnya. Di samping itu, terkandung juga pemikiran-

pemikiran yang bersifat kritis, mendasar, rasional, sistematis dan komprehensif. Oleh

karena itu, suatu pemikiran filsafat adalah suatu nilai-nilai yang bersifat mendasar yang

memberikan landasan bagi manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara.

Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praksis atau

kehidupan   nyata dalam masyarakat, bangsa dan negara maka diwujudkan dalam

norma-norma yang kemudian menjadi  pedoman.

Norma-norma itu meliputi :

1. Norma Moral

Yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik

maupun buruk, sopan atau tidak sopan, susila atau tidak susila.

2. Norma Hukum

Suatu sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam suatu tempat dan

waktu tertentu dalam pengertian ini peraturan hukum. Dalam pengertian itulah

Pancasila berkedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum.

Dengan demikian, Pancasila pada hakikatnya bukan merupakan suatu pedoman yang

langsung bersifat normatif ataupun praksis melainkan merupakan suatu sistem nilai-nilai

etika  yang merupakan sumber norma.

PENGERTIAN ETIKA

Etika adalah kelompok filsafat praktis (filsafat yang membahas bagaimana  manusia

bersikap terhadap apa yang ada) dan dibagi menjadi dua kelompok. Etika  merupakan

suatu pemikiran kritis  dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan

moral. Etika adalah ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita

mengikuti suatu ajaran tertentu atau bagaimana kita bersikap dan bertanggung jawab

dengan berbagai ajaran moral. Kedua kelompok etika itu adalah sebagai berikut :

*  Etika Umum, mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan

manusia. Pemikiran etika beranekaragam, tetapi pada prinsipnya membicarakan asas-

asas dari tindakan dan perbuatan manusia, serta sistem nilai apa yang terkandung di

dalamnya.

*  Etika Khusus, membahas prinsip-prinsip tersebut di atas dalam hubungannya dengan

berbagai aspek kehidupan manusia, baik sebagai individu (etika individual) maupun

mahluk sosial (etika sosial). Etika khusus dibagi menjadi dua yaitu etika individual dan

etika sosial. Etika indvidual membahas kewajiban manusia terhadap dirinya sendiri dan

dengan kepercayaan agama yang dianutnya serta panggilan nuraninya, kewajibannya

dan tanggungjawabnya terhadap Tuhannya. Etika sosial di lain hal membahas

kewajiban serta norma-norma social yang seharusnya dipatuhi dalam hubungan sesama

manusia, masyarakat, bangsa dan negara.

B.  PENGERTIAN NILAI, NORMA DAN MORAL

Pengertian Nilai

Nilai (value) adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk

memuaskan manusia. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat

seseorang atau kelompok. Jadi nilai itu pada hakikatnya adalah sifat dan kualitas yang

melekat pada suatu obyeknya. Dengan demikian,  maka nilai itu adalah suatu kenyataan

yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan lainnya.

Menilai berarti menimbang, suatu kegiatan manusia untuk menghubungkan sesuatu

dengan sesuatu yang lain kemudian untuk selanjutnya diambil keputusan.

Nilai bersumber pada budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan (motivator)

sikap dan perilaku manusia. Nilai sebagai suatu sistem merupakan salah satu wujud

kebudayaan di samping sistem sosial dan karya. Alport mengidentifikasikan 6 nilai-nilai

yang terdapat  dalam kehidupan masyarakat, yaitu : nilai teori, nilai ekonomi, nilai

estetika, nilai sosial, nilai politik dan nilai religi.

Hierarkhi Nilai

Hierarkhi nilai sangat tergantung pada titik tolak dan sudut pandang individu –

masyarakat terhadap sesuatu obyek. Misalnya kalangan materialis  memandang bahwa

nilai tertinggi adalah nilai meterial.

Max Scheler menyatakan bahwa nilai-nilai yang ada tidak sama tingginya dan

luhurnya. Menurutnya  nilai-nilai dapat dikelompokan dalam empat tingkatan yaitu :

1. Nilai kenikmatan adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan indra yang memunculkan

rasa senang, menderita atau tidak enak,

2. Nilai kehidupan yaitu nilai-nilai penting bagi kehidupan yakni : jasmani, kesehatan

serta kesejahteraan umum,

3. Nilai kejiwaan adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan kebenaran, keindahan dan

pengetahuan murni,

4. Nilai kerohanian yaitu tingkatan ini terdapatlah  modalitas  nilai dari yang suci.

Sementara itu, Notonagoro membedakan menjadi tiga, yaitu :

1.  Nilai material yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia,

2.  Nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan suatu

aktivitas atau kegiatan,

3.  Nilai kerokhanian yaitu segala sesuatu yang bersifat rokhani manusia yang dibedakan

dalam empat tingkatan sebagai berikut :

a. nilai kebenaran yaitu nilai yang bersumber pada rasio, budi, akal atau cipta

manusia.

b. nilai keindahan/estetis yaitu nilai yang bersumber pada perasaan manusia

c. nilai kebaikan atau nilai moral yaitu nilai yang bersumber pada unsur kehendak

manusia

d. nilai religius yaitu nilai kerokhanian tertinggi dan bersifat mutlak

Nilai berperan sebagai  pedoman yang menentukan kehidupan setiap manusia. Nilai

manusia berada dalam hati nurani, kata hati dan pikiran sebagai suatu keyakinan dan

kepercayaan yang bersumber pada berbagai sistem nilai.

Pengertian Moral

Moral berasal dari kata   mos (mores) yang sinonim dengan kesusilaan, tabiat  atau

kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah

laku dan perbuatan manusia.

Seorang pribadi yang taat kepada aturan-aturan, kaidah-kaidah dan norma yang

berlaku dalam masyarakatnya, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. Jika

sebaliknya yang terjadi maka pribadi itu dianggap tidak bermoral.

Moral dalam perwujudannya dapat berupa peraturan dan atau prinsip-prinsip yang

benar, baik terpuji dan mulia. Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan

norma yang mengikat kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Pengertian Norma

Norma  adalah perwujudan martabat manusia sebagai mahluk budaya, sosial, moral

dan religi. Norma  merupakan  suatu kesadaran dan sikap luhur yang dikehendaki oleh

tata nilai untuk dipatuhi. Oleh karena itu, norma dalam perwujudannya dapat berupa

norma agama, norma filsafat, norma kesusilaan, norma hukum dan norma sosial. Norma

memiliki kekuatan untuk dipatuhi karena adanya sanksi.

5. Nilai Dasar, Nilai Instrumental, dan Nilai Praksis

Nilai Dasar

Sekalipun nilai bersifat abstrak yang tidak dapat diamati melalui panca indra

manusia, tetapi dalam kenyataannya nilai berhubungan dengan tingkah laku atau

berbagai aspek kehidupan manusia dalam prakteknya. Setiap nilai memiliki  nilai dasar

yaitu berupa  hakikat, esensi, intisari atau makna yang dalam dari nilai-nilai tersebut.

Nilai  dasar itu bersifat universal karena menyangkut kenyataan obyektif dari segala

sesuatu.

Contohnya : hakikat Tuhan, manusia, atau mahluk lainnya.

Apabila nilai dasar itu berkaitan dengan hakikat Tuhan maka nilai dasar itu bersifat

mutlak karena Tuhan adalah kausa prima (penyebab pertama). Nilai dasar yang

berkaitan dengan hakikat manusia maka nilai-nilai itu harus bersumber pada hakikat

kemanusiaan yang dijabarkan dalam norma hukum yang diistilahkan dengan hak dasar

(hak asasi manusia). Dan jika nilai dasar itu berdasarkan kepada hakikat suatu benda

(kuantitas, aksi, ruang dan waktu) maka nilai dasar itu dapat juga disebut sebagai norma

yang direalisasikan dalam kehidupan yang praksis.

Nilai dasar yang menjadi sumber etika bagi bangsa Indonesia adalah nilai-nilai yang

terkandung dalam Pancasila.

Nilai instrumental

Nilai instrumental adalah  nilai yang menjadi pedoman pelaksanaan dari  nilai dasar.

Nilai dasar belum dapat bermakna sepenuhnya apabila belum memiliki formulasi serta

parameter atau ukuran yang jelas dan konkrit. Apabila nilai instrumental itu berkaitan

dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari maka nilai itu akan menjadi

norma moral. Namun jika nilai instrumental itu berkaitan dengan  suatu organisasi atau

negara, maka nilai instrumental itu merupakan suatu arahan, kebijakan, atau strategi

yang bersumber pada nilai dasar sehingga dapat juga dikatakan bahwa nilai instrumental

itu merupakan suatu eksplisitasi dari nilai dasar.

Dalam kehidupan ketatanegaraan Republik Indonesia, nilai-nilai instrumental dapat

ditemukan  dalam pasal-pasal undang-undang dasar yang merupakan penjabaran

Pancasila.

Nilai Praksis

Nilai praksis merupakan penjabaran lebih lanjut  dari nilai instrumental dalam

kehidupan yang lebih nyata dengan demikian nilai praksis merupakan pelaksanaan secara

nyata dari nilai-nilai dasar dan nilai-nilai instrumental.

Hubungan Nilai, Norma dan Moral

Keterkaitan nilai, norma dan moral merupakan suatu kenyataan yang

seharusnya tetap terpelihara di setiap waktu pada hidup dan kehidupan manusia.

Keterkaitan itu mutlak digarisbawahi bila seorang individu, masyarakat, bangsa

dan negara menghendaki fondasi yang kuat tumbuh dan berkembang.

Sekedar Tanya……..

  1. Bagaimana pendapat anda mengenai fungsi Pancasila sebagai Sistem Etika jika kita terapkan pada beberapa kasus mulai dari PILKADA sampai PEMILU saat ini ? Adakah sistem etika politik yang dipakai para peserta pemilihan, baik daerah ataupun nasional ?
  2. Bagaimana aplikasi nilai, norma, dan moral dalam kehidupan kita sehari-hari, baik di lingkungan akademik maupun lingkungan masyarakat? Berikan contoh kongkritnya !
 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: