RSS

Sekilas Pengetahuan Tentang Ragam Penyakit

25 Agu

Arthritis

Dalam pengertian umum arthritis adalah peradangan sendi, mungkin karena infeksi, kelainan metabolik (misalnya proses penuaan) atau sebab-sebab lain.
Rematik (rheumatic) adalah peradangan atau rasa nyeri pada otot, sendi ataupun jaringan berserat.

Jenis-Jenis Arthritis

Arthritis Rhematoid

Biasanya menyerang wanita pada usia 20 -40 tahun. Organ yang biasanya terserang antara lain sendi kecil pada tangan dan kaki, sendi pergelangan, dan tulang belakang.
Membran yang meradang akan mengenai tulang rawan, membentuk lapisan vaskular yang tebal, sendi jadi kaku dan cacat seumur hidup. Penyebabnya sukar diketahui, antara lain karena stres, alergi, dan faktor hormonal.

Arthritis Akut Supporativa

Membran sendi menjadi merah, cairan dalam sendi bertambah dan bengkak. Penyebabnya adalah kuman antara lain jenis streptococcus, staphylococcus dan pneumococcus.

Osicoarthritis

Degenerasi jaringan tulang rawan dari sendi dan tulang. Biasanya ditemukan pada usia lanjut. Kadang-kadang hanya menyerang pada satu sendi.

Pirai (gout)

Pirai ini biasanya bersifat heriditer (peran faktor keturunan) dan terkait dengan metabolisme asam urat. Pembentukan asam urat lebih besar dari kemampuannya mengeluarkannya melalui urin. Biasanya yang diserang adalah sendi ibu jari kaki, sendi pergelangan kaki dan sendi lutut.

Faktor Pencetus

Menurut literatur ada lebih dari 100 macam penyakit yang dikategorikan rematik dan arthritis ini. Penyebabnya secara patologis antara lain terkait dengan sistem immunitas, proses penuaan, metabolisme abnormal karena faktor keturunan, infeksi kuman, alergi, dan lain-lain.
Berbagai penyakit seperti diabet, hipertensi, dan penyakit jantung iskhemik juga merupakan faktor yang berpengaruh.
Yang banyak mendapatkan sorotan belakangan ini adalah faktor oxidative stress atau adanya radikal bebas yang dapat merusak jaringan.
Sendi tulang dan kulit kita disusun dengan bantuan perekat yang disebut kolagen. Tulang mengandung 50% kolagen dan kulit terdiri dari 25% kolagen. Salah satu zat gizi yang berperan dalam pembentukan kolagen adalah vitamin C.

Pengaturan Makanan

Batasi konsumsi purin. Purin banyak terdapat pada inti sel seperti pada kacang-kacangan, daging, dan makanan hewani lainnya. Bagi penderita pirai dan arthritis sebaiknya membatasi (jangan terlalu banyak) makanan tersebut.

Batasi konsumsi lemak. Lemak merupakan zat gizi yang mudah teroksidasi sehingga terbentuk radikal bebas.

Perbanyak sayur dan buah. Sayur dan buah merupakan sumber berbagai antioksidan yang berupa flavanoid maupun berbagai zat gizi seperti vitamin C, karoten, vitamin E, Zn, dan lain-lain.

ASMA

Asma Bronkiale yaitu keadaan dimana adanya obstruksi saluran nafas karena adanya peningkatan respons trachea & bronchus akibat adanya faktor alergik. Penyebab Asma yang sebenarnya, yaitu napas yang terlalu dalam atau terlalu panjang (hiperventilasi). Berdasarkan penelitian bahwa pola napas yang terlalu panjang tersebut, dapat menjadi penyebab dari berbagai permasalahan seperti Asma, Emfisema (bengkak yang disebabkan adanya udara yang tidak normal didalam rongga tubuh), Apnea (terhentinya pernapasan), alergi, sinusitis, migren dan tekanan darah tinggi.
Asma ini adalah suatu yang harus diperhatikan karena penyakit ini kadang ringan tapi dapat pula lama dan hebat sehingga dapat mempengaruhi baik fisik maupun psikis.

Asma Bronkiale dapat berbentuk :

Ekstrinsik atau alergik

Intrinsik atau non alegik

Campuran dari kedua hal diatas

Dalam bentuk ekstrinsik , alergen yang biasanya dapat mempengaruhi dengan cara masuk ke badan penderita melalui berbagai cara .

Jenis alergennya antara lain :

Inhalan, yang masuk melalui alat pernafasan misal debu rumah, bahan-bahan serpihan kulit yang terlepas dari binatang ( anjing , kucing, kuda dll ), serpihan dari spora jamur, serbuk-serbuk bunga dll.

Ingestan, yang masuk melalui mulut misalnya makanan ( seperti susu, telur, ikan, obat-obatan, dll )

Kontaktan, yang masuk ke badan melalui kontak dengan kulit misalnya salep, logam, perhiasan, jam tangan dll.

Faktor Pemicu Serangan Asma

Berbagai faktor pemicu serangan asma seperti alergi debu, polusi, binatang piaraan, stres dan lain-lain, hanya dapat menimbulkan serangan asma jika pola pernapasan kita salah. Jadi faktor-faktor pemicu tersebut hanyalah faktor sekunder, sedangkan penyebab primernya adalah cara bernapas yang salah.
Setiap sel tubuh membutuhkan 7 % CO2 (karbondiaksoda) guna kelangsungan hidupnya. Jika kita menghirup terlalu banyak O2, kita cenderung menghembuskan CO2 terlalu cepat sehingga paru-paru tidak sempat memasukkannya ke dalam kantung udara dalam jumlah yang cukup. Jika konsentrasi CO2 rendah akan terjadi reaksi kimia yang membuat sel darah sulit melepaskan O2 ke dalam jaringan tubuh. Akibatnya jaringan tubuh akan kekurangan O2. Bila kekurangan O2 terjadi di otak, pusat pernapasan di otak akan terangsang, sehingga pola pernapasan yang salah terus berlangsung.
Sementara itu, si penderita asma justru akan mengira dirinya kekurangan O2, akibatnya ia akan berusaha menarik napas lebih dalam lagi, sehingga lama-lama terbentuk lingkaran setan karena semakin banyak saja CO2 yang dihembuskannya.

Diagnostik

Diagnosa untuk penderita Asma Bronkial, kadang sulit ditegakkan, karena penyakit ini mempunyai gejala-gejala yang sama dengan penyakit lain seperti Bronkitis kronis & Emphisema, sehingga diperlukan anamnesis yang teliti, pemeriksaan fisik dan laboratorium. Penanganan asma bronkiale ini tergantung dari diagnostik dan beratnya penyakit.

Gejala-gejalanya

Pada penderita yang sedang bebas serangan tidak ditemukan gejala klinis, sedang pada waktu serangan tampak :

penderita bernafas denga cepat dan dalam

gelisah

duduk dengan tangan menyangga ke depan

Gejala yang klasik : Batuk disertai sesak dan mengi ( wheezing )

DIABETES

1. Apakah Diabetes Mellitus ?

Diabetes Mellitus atau biasanya disingkat diabet saja adalah suatu penyakit atau keadaan di mana kadar gula darah lebih tinggi dari normal. Karena dalam urine penderita kadar gulanya juga lebih tinggi dari normal, maka istilah populer dalam masyarakat adalah penyakit “kencing manis”.

2. Berapakah kadar gula darah yang normal ?

Kadar gula darah biasanya diukur dalam keadaan puasa (8-10 jam tidak makan/minum manis, hanya dibenarkan minum air putih saja) yaitu sekitar 70-120 mg/dL.
Bila kadar gula darah lebih tinggi dari itu maka ada kemungkinan orang tersebut menderita diabet. Bila kadar gula darah puasa sekitar 120-150 mg/dL, biasanya dikatagorikan ringan, 160-200 mg/dL sedang, 200-300 mg/dL agak berat dan seterusnya. Pembagian ini sifatnya “arbitrary” atau tidak mutlak.
Kadar gula darah 2 jam setelah makan bagi bukan penderita diharapkan di bawah 140 mg/dL. Karena itu bila kadar gula darah “sewaktu” sekitar 140 mg/dL sebaiknya dilakukan pemeriksaan ulang sewaktu puasa.

3. Berapa macamkah Diabetes Mellitus ?

Secara garis besar ada 2 macam yakni tipe I dan tipe II.
Diabet tipe I disebut juga Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM), di mana penderita mengalami gangguan pada produksi hormon insulin oleh suatu bagian dari limpa. Hormon insulin ini membantu masuknya gula darah ke dalam sel. Akibat dari kurangnya hormon isulin yang beredar dalam darah adalah :

Gula darah tidak masuk ke dalam sel sehingga sel kekurangan zat gula. Zat gula ini akan dipecah menjadi energi/tenaga. Akibatnya penderita merasa lemas karena tenaga yang harus dihasilkannya kurang dari yang dibutuhkan.

Kadar gula darah tinggi karena gula darah tidak masuk/terserap ke dalam sel.

Waktu darah melalui ginjal, sebagian gula darah akan “bocor” ke air kencing/urine sehingga kadar gula dalam air kencing tinggi (bisa di tes dari kemampuan reduksinya)

Penderita diabet tipe I umumnya mulai kena pada usia kurang dari 40 tahun bahkan bisa terjadi pada waktu masih kanak-kanak. Penderita diabet tipe I ini “harus” di bawah pengawasan dokter dan menggunakan insulin (disuntikkan) untuk membantu tubuh mengatur zat gula.
Diabet tipe II disebut juga Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM), di mana penderita tidak kekurangan insulin, tetapi ada resistensi dari sel otot maupun sel jaringan lemak untuk dimasuki gula darah. Dengan demikian kadar gula darah juga cukup tinggi, akibatnya :

Gula darah yang masuk ke dalam sel kurang dari yang seharusnya sehingga sel kekurangan zat gula yang merupakan sumber energi utama

Kadar gula darah tinggi karena gula darah kurang terserap ke dalam sel

Kadar gula dalam urine lebih tinggi dari normal karena sebagian zat gula “bocor” ke dalam urine

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tipe I sekitar 10-20 %, sedangkan tipe II sekitar 80-90 % seluruh penderita diabet.

4. Bagaimana Pengaturan Makanan bagi Penderita Diabet ?

4.1. Diabet Tipe I

Diabet tipe I ini dalam tubuhnya kurang/tidak ada hormon insulin. Karena itu bagi penderita diabet tipe I harus dimasukkan ke dalam tubuh. Insulin adalah suatu protein sehingga tidak bisa diberikan per oral (melalui mulut) tetapi harus disuntikkan. Karena itu penderita diabet tipe I ini mutlak harus dibawah pengawasan seorang dokter ahli.
Injeksi insulin biasanya diberikan sebelum makan pagi, sebelum makan siang dan sebelum makan malam.

Persyaratan pengaturan makanan bagi penderita diabet tipe I adalah sebagai berikut :

Makan 3x (pagi, siang, malam) dan 2x snack diantaranya (makanan terbagi rata untuk seluruh hari)

Setiap kali makan sebaiknya sumber energinya terdiri dari 50-60 %dari zat pati, 10-20 % dari protein dan 25 % dari lemak. Hal ini bisa dicapai bila menu terdiri dari makanan pokok (nasi, roti, kentang dsb), lauk (daging, ikan, tahu, tempe, telur), sayur dan buah

Berat badan dipertahankan tetap normal

Karena bagi penderita diabet tipe I ini disuntik insulin maka waktu makannya harus disesuaikan dengan berapa lama setelah penyuntikan (biasanya 30 menit setelah penyuntikan)

Olahraga ringan perlu bagi penderita diabet tipe I (hati-hati : olahraga berat mneyebabkan hypoglicemia)

4.2. Diabet tipe II

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa diabet tipe II ini tidak disebabkan kekurangan insulin tetapi resistensi sel untuk dimasuki gula darah. Ciri-cirinya antara lain :

Mulai menderita pada usia > 40 tahun

Berat badan biasanya lebih tinggi dari normal (tidak selalu demikian)

Gula darah dapat dikendalikan dengan diet + olah raga

Diet bagi penderita diabet tipe II ini dimulai dari rendah kalori, misalnya 750 Kalori/hari, dibagi dalam 3 kali makan sehingga setiap kali makan sekitar 250 Kalori. Diet serendah ini hanya beberapa hari saja kemudian ditingkatkan menjadi sekitar 1200 Kalori dibagi 3, misalnya pagi 300 Kalori, siang 450 Kalori dan malam 450 Kalori. Hindari penggunaan gula.
Jenis karbohidrat berpengaruh pada perubahan kadar gula darah dan disebut ‘glicemic index’ dari makan tersebut. Makin rendah nilai ‘glicemic index’ makin rendah kenaikan gula darah setelah makan makanan tersebut.

Nilai ‘glicemic index’ sebagai berikut:

– Fruktosa (contohnya madu) 20 – Selai 51
– Susu 34 – Roti/nasi 69
– Es krim 36 – Kentang (baru) 70
– Jus orange 46 – wortel 92
– Spaghethi 50 – Gula 100

Serat makanan juga sangat berpengaruh utnuk menahan meningkatnya gula darah.
Kandungan serat berbagai bahan makanan sebagai berikut:

– Tempe 13% – Bayam 6%
– Nangka muda 11% – Kacang panjang 6%
– Pisang raja sereh 8% – Beras 3-4%
– Sawo 7% – Daging/ikan /telur 0%
– Ubi jalar 7%

Karena itu dianjurkan memperbanyak makanan berserat untuk mengendalikan kadar gula darah
Perlu olahraga secara teratur karena sel yang terbentuk akan lebih akses untuk zat gula.

5. Mengapa Penderita Diabetes Berat Napasnya Berbau Asam ?

Bau asam disebabkan aseton yang menguap bersama pengeluaran udara waktu pernapasan. Aseton berasal dari penggunaan lemak yang berlebihan sebagai sumber energi. Penggunaan lemak ini karena sel kekurangan zat gula sebagai sumber energi.

6. Gejala Apa yang Timbul bagi Penderita Diabet yang Cukup Berat ?

Ada tiga gejala yang umumnya dirasakan:

* Polyphagie – perasaan lapar terus menerus
* Polydipsi – perasaan haus terus menerus
* Polyuri – banyak buang air kecil (waktu malam bisa 5 – 10 kali)

7. Apa Efek Samping Diabetes ?

Efek samping diabet antara lain:

* Sakit ginjal
* Sakit paru
* Sakit jantung
* Darah tinggi
* Katarak (kebutaan karena lensa mata tertutup selaput yang tidak tembus cahaya)
* Borok menahun (biasanya di kaki), kalau tidak bisa disembuhkan, sebagian kaki perlu dipotong

Efek samping tersebut bisa dicegah kalau diabet ‘terkontrol’

8. Apakah hypoglikemia (gula darah terlalu rendah) juga berbahaya ?

Ya, hypoglikemia juga berbahaya.

Gejala-gejalanya:

* Nervous
* Lemas
* Berkeringat
* Napas pendek
* Pandangan kabur
* Kepala agak pusing

Bila terasa gejala-gejala tersebut sebaiknya segera makan/minum yang mengandung gula/permen manis, dsb.

HEPATITIS

Hepatitis adalah penyakit infeksi pada hati. Penyakit ini terbagi menjadi dua yaitu Hepatitis A dan Hepatitis B. Hepatitis B merupakan penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B. Hepatitis ini B tidak saja dapat menimbulkan infeksi akut, tetapi dapat juga menimbulkan penyakit hati kronis, sirosis hati dan hepatoma, disamping menimbulkan keadaan pengidap tanpa gejala.

Penyebab

Virus penyebabnya disebut HbsAg / partikel Dane.

Cara Penularan

Parenteral
Merupakan cara penularan yang paling terkenal dimanan terjadi penembusan kulit atau mukosa misalnya melalui suntikan , tranfusi darah, tindakan operatif, perawatan gigi, tusuk jarum atau pembuatan tatto.

Hubungan antar individu
Penularan virus hepatitis B ini dapat pula terjadi melalui hubungan antar individu yang erat dan hubungan kelamin.

Vertikal
Yaitu penularan dari ibu yang mengidap HbsAg kepada bayi yang dilahirkan.

Pada Penderita Hepatitis B terdapat Beberapa Petunjuk Serologis antara lain:

HbsAg
adalah antigen pada virus hepatitis B. HbsAg akan (+) bila ada virus di dalam tubuh, sehingga merupakan petunjuk adanya infeksi virus Hepatitis B.

Anti HbsAg
Antibodi humoral yang timbul akibat adanya HbsAg. Antibodi ini dapat dijadikan petunjuk kesembuhan klinis. Umumnya antibodi ini ada seumur hidup pada seseorang.

HbcAg
Antigen yang terdapat dalam partikel inti, sering hanya terdeteksi dalam jaringan hati.

Anti Hbc
Timbul akibat adanya HbcAg. Antibodi ini juga akan positif setelah HbsAg (+).

HbeAg
Merupakan petunjuk virus Hepatitis B dalam keadaan tidak aktif.
HbeAg (+) : infeksi aktif
HbeAg (-) : infeksi sudah mereda

Anti Hbe
Timbul terhadap adanya HbeAg. Anti Hbe (+) bila infeksi virus dalam keadaan tidak aktif.

Gejala Klinis

Timbul terhadap adanya HbeAg. Anti Hbe (+) bila infeksi virus dalam keadaan tidak aktif.

Gejala Klinis

Hepatitis B dibagi menjadi 2 yaitu : infeksi akut dan infeksi kronis (persisten)

Gejala klinis Hepatitis B akut:

masa tunas berkisar antara 40 – 180 hari : tidak nafsu makan, mual, muntah, nyeri sendi, nyeri kelapa, demam, skin rash (kadang-kadang), perubahan warna air seni, warna kulit menjadi ikterik dan nyeri tekan diperut kanan bawah.

Gejala klinis Hepatitis B kronik:

Kira-kira 5-10 % penderita Hepatitis akut akan mengalami stadium kronik. Dalam hal ini HbsAg muncul pada masa tunas dan titernya akan naik. HbsAg akan positif dan tetap ada sampai tahunan/ seumur hidup. Anti Hbs juga akan meningkat sangat tinggi. Bisanya gejala akut berlangsung 1-6 bulan diikuti dengan gejala-gejala kegagalan hati.

Pengobatan:

Belum ada pengobatan spesifik untuk infeksi Virus B. Penderita dianjurkan beristirahat yang banyak, dan makanan yang diberikan makanan lunak serta tidak mengandung banyak lemak.

Pencegahan:

Vaksinasi

Pencegahan Penularan parenteral dengan sterilisasi alat-alat yang akan digunakan misalnya jarum suntik.

HIPERTENSI

Hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang sering kali dijumpai dan sering seseorang baru mengetahui setelah periksa ke dokter dan didapatinya tekanan darah yang tinggi. Hipertensi digolongkan sebagai
beriku :

Normotensi, bila sistoliknya 120 – < 140 mmHg dan diastoliknya 80 – < 90 mmHg

Bordeline, bila sistoliknya 140 – 160 mmHg dan diastoliknya 90 – < 95 mmHg

Hipertensi, bila sistoliknya > 160 mmHg dan diastoliknya > 95

Gejala-gejalanya adalah:

Biasanya penderita hipertensi tidak merasakan gejala apa-apa, sebagian dari mereka ada yang sering mengeluh pusing, kencang di tengkuk dan sering berdebar.
Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi ke jantung, otak dan ginjal ( kalau ke jantung akan berupa jantung hipertensi dan dapat menyebabkan decompensatio cordis/kegagalan jantung, kalau ke otak terjadi stroke dan kalau ke ginjal akan terjadi gagal ginjal).

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi antara lain:

keturunan

konsumsi garam berlebihan

obesitas atau kegemukan

faktor sosiobudaya

Pencegahannya:

Primer

mengatur diit agar berat badan menjadi ideal

menjaga agar tidak terjadi hiperkholesterolemia, diabetes dan lain-lain.

tidak merokok

perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran

hindari makanan berlemak

mengendalikan stress emosi

Sekunder

Untuk pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi tanpa komplikasi dianjurkan untuk :

sama dengan pencegahan primer diatas

mengontrol tensi secara teratur sehingga tensi dapat stabil dan senormal mungkin dengan atau tanpa obat-obatan

Makanan kesehatan yang dianjurkan adalah :

KANKER

Salah satu penyebab kematian nomor dua setelah penyakit Jantung. Penderita kanker satdium akhir akan meninggal secara perlahan-lahan dengan penuh penderitaan. Nutrisi, gaya hidup dan lingkungan berperan besar pada penyakit yang menakutkan ini.
Resiko terkena kanker dapat dikurangi dengan mengubah gaya hidup dan pola makan. Faktor gaya hidup itu terutama menyangkut pola makan sehari-hari. Zat-zat yang terkandung dalam makanan dapat menjadi promotor tidak secara langsung menimbulkan tumor. Zat –zat ini digolongkan sebagai karsinogen. Karsinogen yang bersifat mengubah zat kimia sehingga merupakan pencetus kanker.

Penggolongan Kanker

Kanker pada saluran pencernaan antara lain kanker lambung, kanker pangkreas (yaitu organ pemelihara keseimbangan kadar gula dalam tubuh). Kanker lambung dihubungkan dengan tingginya konsumsi makanan pengawet yang berkadar garam tinggi. Sedangkan kanker Kolon (usus besar) dan rektum disebabkan oleh tingginya konsumsi lemak dan minuman beralkohol.

Kanker tenggorokan (Esofagus) karena kebiasaan merokok dan tingginya konsumsi alkohol

Kanker payudara, kanker kulit, kanker prostat dan kanker endometrium (lapisan dalam dinding rahim).

Kanker hati diduga akibat pencemaran makanan oleh aflatoxin dan juga konsumsi alkohol yang tinggi. Beberapa ahli berpendapat infeksi virus hepatitis B juga merupakan penyebab timbulnya kanker hati.

Kanker paru-paru dan kandung kencing terutama disebabkan oleh rokok serta beberapa zat kimia dari cemaran industri.

Pengetahuan dan pemahaman tentang nutrisi prima bagi tubuh, bisa mengurangi atau mengontrol faktor resiko kanker.
Disamping zat-zat yang merugikan dalam kandungan gizi makanan tertentu, terdapat pula zat-zat gizi yang bersifat protektif (melindungi seseorang yang mengkonsumsinya dari timbulnya kanker)

Mencegah dan Mengobati Kanker dengan Menggali Khasiat bahan Makanan

Makanan Mentah

Mengawali makan dengan menyantap salad sayuran hijau dan sayuran mentah. Pastikan salad anda terdiri dari potongan wortel, bawang putih, paprika hijau dan merah, lobak dan sayuran berwarna hijau tua. Bayam adalah pilihan terbaik. Beri salad anda sedikit minyak rami dan perutan keju lembut.
Anda bisa beristirahat sejenak setelah menyantap salad sebelum melanjutkannya dengan makanan utama.

Minyak Biji Rami yang memiliki Serat Panjang

Minyak mentah biji Rami berkhasiat dalam pencegahan dan pengobatan terhadap kanker, arterisklerosis (penyempitan pembuluh darah), stroke, serangan jantung, detak jantung, yang tidak teratur, luka lambung, arthritis dan auto –imun (penyakit yang mempunyai sistem kekebalan tubuh).
Biji rami mengandung minyak yang kaya protein sulfur yang dapat mengaktifkan asam lemak penting. Asam lemak ini dapat menetralkan tumor sehingga dapat meringankan derita pasien stadium akhir.

Makanan Berserat

Termasuk golongan ini terutama sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung Vitamin A, Betakaroten, Vitamin C dan Vitamin E. Juga zat gizi lain yang saat ini terkenal berpotensi mencegah penyakit kanker seperti Selenium (Se), As. Folat, Niasin (Vitamin B), Vitamin D, Seng (Zinc), Kalsium (Ca) dan Magnesium. Asupan serat rata-rata 30 gram perhari. Seperti yang dianjurkan oleh ahli kesehatan.
Serat dapat menurunkan kholesterol, menarik air dari sekitar pembuluh darah sehingga melunakkan feses dan mendorong pengeluaran yang efisien melalui usus. Menurut para Ahli Gizi diet berserat tinggi dapat membantu membersihkan racun-racun dalam darah dan hati, alhasil kualitas hidup dihari tua terjamin.

Diet kaya serat sebaiknya disertai dengan mengkonsumsi :

makanan yang mengandung kalsium tinggi, antara lain daging, telur, kacang-kacangan, kembang kol.

Kaya Magnesium yang didapat dari beras, sayur-sayuran dan buah-buahan.

Seng (Zinc) yang terkandung dalam susu, hati, kerang, ikan sardin, kulit gandum.

Makanan Kesehatan CNI

Makanan kesehatan penting perannya dalam pengobatan kanker terutama dalam hal menjaga imunitas karena kanker berkaitan dengan imunitas. Bila imunitas rendah maka kanker bisa semakin ganas. Jadi makanan kesehatan merupakan kelengkapan dalam pengobatan kanker agar imunitas meningkat. Makanan kesehatan yang dianjurkan adalah Organik, Sun Chlorella dan Ester-C plus.

Kiat-kiat jitu agar tetap sehat.

Simaklah TIPS santap sehat yang dianjurkan oleh Ilmuwan :

Makan 10 porsi buah-buhan dan sayur-sayuran yang bervariasi tiap hari.

Makan 7-10 porsi padi-padian (beras coklat, roti gandum), daun selada, kentang atau sayuran berumbi setiap hari.

Kurangi lemak 15-30 % dari total kalori

Batasi daging, kurang dari 300 gr setiap hari

Jangan makan daging yang dibakar sampai hangus.

Hati-hati dengan penggunaan pewarna makanan serta zat pengawet yang berlebihan.

Makanan dijaga kebersihannya dan bebas dari cemaran lingkungan.

Olahraga secara teratur disertai kesehatan mental dan rohani.

Diet untuk Penderita Kanker

Sayur dan buah, selain berkadar gula rendah, mengandung banyak serat juga banyak mengandung zat anti kanker alami.

Diet Asam Basa Seimbang

Menu makanan dalam sehari sebaiknya terdiri dari 30 % makanan pembentuk asam dan 70 % makanan pembentuk basa. Makanan pembentuk asam umumnya mengandung mineral bukan logam, kadungan air rendah dan mengandung sejumlah protein. Sebaliknya makanan pembentuk basa adalah makanan yang mengandung mineral logam, kandungan air tinggi dan hanya sedikit protein. Agar tubuh kita sehat, derajat keasaman tubuh harus terjaga pada PH 7,35-7,45 (agak basa).

Hindari makanan hidrat arang olahan berlebihan, akan menyebabkan gangguan metabolisme gula darah. Kadar gula darah tinggi dapat mengawali timbulnya kanker, karena:

Menurunnya daya tahan tubuh

Gula darah merupakan makanan bagi sel-sel kanker

Kadar garam dan Kalium harus seimbang, dengan perbandingan 1 : 4. Keseimbangan ini melancarkan sel membran yang mengalirkan oksigen dan zat gizi keseluruh tubuh, dan sebaliknya juga melancarkan aliran toksin ke sistem pembuangan.sedikit saja ada gangguan akan mengacaukan aktivitas sel dan mencari jalan sendiri dan membentuk komunitas baru yang disebut kanker.

Makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar secara teratur akan mempercepat penyembuhan kanker.

Kurangi makanan berlemak, terutama lemak jenuh seperti minyak kelapa, minyak sawit, santan kelapa dan margarin karena memicu timbulnya radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker.

Hindari makanan Olahan, semacam Fast food dan makanan yang dipanaskan berulang kali mengacaukan mekanisme alamiah fungsi tubuh dan memicu terjadinya kanker.

PENUAAN

Kemajuan ekonomi dan ilmu pengetahuan serta kehidupan modern menghantar manusia hidup lebih panjang umur. Tidak jarang orang rata-rata meninggal pada usia 70 , namun sebaliknya tidak jarang pula kita menyaksikan seorang eksekutif yang tengah berada puncak kariernya pada usia sekitar 40-50 tahun menemui ajalnya secara tragis akibat serangan penyakit jantung, stroke atau kanker. Dari faktor resiko dan sebab latar belakang penyakit yang diderita, kita menyadari bahwa faktor-faktor lingkungan dan perilaku merupakan faktor dominan orang dapat menjadi sehat atau sakit, disamping tentu faktor keturunan ataupun akses pelayanan.
Para pakar kesehatan dan gizi telah menyusun berbagai kiat tentang bagaimana menunda proses penuaan. Namun sebelumnya mutlak kita memerlukan pengenalan ciri-ciri gelaja dan tanda penuaan.

Manusia dengan bertambahnya umur sebagai berikut :

Kelebihan kelelahan menahun dan sering keresahan

Sulit tidur

Pengubahan otot jadi lemak

Kulit kurang elastisitas menyebabkan kekerutan

Rambut memutih, menjarang

Kehilangan calcium (kalk) sehingga tulang mudah rapuh dan patah

Keping tulang belakang menipis, menjadi pendek dan kadang-kadang nyeri bokong

Gangguan penglihatan (lensa keruh – katarak), glaukom = tekanan cairan mata meningkat dan gangguan pendengaran.

Rontok gigi-geligi, karena penyakit gusi

Sendi-sendi menjadi kaku , sulit bergerak – disebut arthritis, atau populer rematik.

Daya tahan menurun, mudah infeksi

Fungsi jantung, paru berkurang, karena pengerasan pembuluh darah atau tekanan darah naik.

Gangguan pencernaan sering terjadi, sulit kebelakang atau tukak lambung

Munculnya penyakit degeneratif . Diatas 40 terutama penyakit serangan jantung, stroke atau kanker. Penyakit rematik seringkali.

Besarnya otak berkurang 10 % berproses antara umur30-70 tahun. Daya ingat dan kemmpuan belajar berkurang. Depresi sering, kemunduran intelek bisa mulai muncul setelah 40 tahun.

Berikut ini beberapa resep mencegah penuaan dini :

Mengadakan “Medical Check-up” secara teratur mulai usia 30 tahun keatas, paling tidak setahun sekali.

Introspeksi diri apakah fungsi-fungsi vital tetap prima ? misalnya nafsu makan, buang air, tidur, kebugaran (fitness), panca indera, kegiatan intelek, kegiatan sosial/keagamaan dan hubungan keluarga. Apabila terdapat gangguan atau kelainan segera konsultasikan ke dokter.

Status gizi. Teliti berat badan apakah sesuai dengan tinggi badan. Berat badan berlebih ? Terlebih kurus ? Gunakan patokan yang disebut Indeks Massa Tubuh (IMT).

Terhampar cemaran melalui makanan, minuman, air, udara, lingkungan pekerjaan, kebiasaan merokok, minuman beralkohol.

Istirahat atau tidur 7-8 sehari serta rekreasi tahunan.

Olahraga teratur paling sedikit 30 menit sehari, atau 3 kali seminggu masing-masing selama 1 jam, berjalan kaki, renang, senam, atau dengan menggunakan alat olahraga tertentu.

Pola makan yang seimbang menurut pedoman 4 sehat 5 sempurna, atau sekarang yang lebih sempurna disebut Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS).

Penggunaan suplemen gizi atau makanan kesehatan terutama bagi usia diatas 30 tahun untuk memperbaiki kebiasaan yang salah yang dibawa sejak kecil. Penggunaan suplemen mutlak bagi mereka yang bekerja berat, stress, berpenyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, diabetes serta penyakit degeneratif kronik lainnya.

Mengendalikan stress dalam kehidupan sehari-hari.

STROKE

Stroke ialah bencana atau gangguan peredaran darah di otak. Dalam bahasa Inggris dinamai juga sebagai Cerebro-vascular Accident.

Gangguan peredaran darah ini dapat berupa :

Iskemia. Aliran darah berkurang atau terhenti pada sebagian daerah di otak (Iskemia berarti aliran darah berkurang).

Pendarahan. Biasanya pendarahan terjadi karena dinding pembuluh darah robek.

Gangguan peredaran darah ini mengakibatkan fungsi otak terganggu dan bila berat dapat mengakibatkan kematian sebagian sel-sel otak (disebut infark).

Contoh :

Emon berusia 54 tahun, tadi pagi jam 10.00 mendadak jatuh. Setelah dibawa ke rumah sakit sampai sekitar 3 hari baru sadar. Kaki dan tangannya lemah. Kata-kata yang ingin diucapkan sulit dikemukakannya. Separuh badan kanannya juga menjadi kurang merasa.

Sulastri usia 70 tahun, telah lama menderita tekanan darah tinggi. Kemarin, sewaktu ia berjalan dari kamar tidur ke kamar mandi mendadak kepalanya sakit sekali. Beberapa menit kemudian ia menjadi pingsan dan segera dibawa ke rumah sakit. Waktu diperiksa di rumah sakit ditemukan bahwa anggota gerak sebelah kiri lumpuh.

Pada kedua contoh di atas kita lihat bahwa gangguan timbulnya mendadak. Memang stroke timbulnya mendadak. Stroke dibagi atas 2 jenis yaitu stroke iskemik dan stroke berdarah.

Angka Kejadian Stroke

Di negara industri penyakit stroke umumnya merupakan penyebab kematian nomor tiga pada kelompok usia lanjut, setelah penyakit jantung dan kanker.
Namun stroke paling banyak menyebabkan orang cacat pada kelompok usia di atas 45 tahun. Banyak penderitanya yang menjadi cacat, invalid, tidak mampu lagi mencari nafkah seperti sediakala, menjadi tergantung kepada orang lain dan tidak jarang menjadi beban bagi keluarganya.
Stroke dapat terjadi pada setiap usia, dari bayi baru lahir sampai pada usia sangat lanjut. Namun angka kejadian stroke meningkat dengan bertambahnya usia. Makin tinggi usia, makin banyak kemungkinannya untuk mendapatkan stroke.
Secara pukul rata dapat dikatakan bahwa angka kejadian (insiden) stroke adalah 200 per 100.000 penduduk. Dalam satu tahun, diantara 100.000 penduduk maka 200 orang akan mendapat stroke.
Bila dipilah menurut usia maka angka ini menjadi sebagai berikut :
Pada kelompok usia 35 – 44 tahun insidennya ialah 0,2 per seribu (0/00). Pada kelompok usia 45 – 54 tahun 0,7 0/00; kelompok usia 55 – 64 tahun 1,8 0/00; 65 – 74 tahun 2,7 0/00; 75 – 84 tahun 10,4 0/00 dan 85 tahun ke atas 13,9 0/00.
Ditaksir bahwa dari 1000 orang yang berusia 55 – 64 tahun, dalam satu tahun 1,8 orang atau kira-kira 2 orang mendapat stroke.

Ragam Gejala Stroke

Dari keterangan di atas dapat dipahami bahwa gejala stroke dapat bermacam-macam. Diantaranya ialah :

Lumpuh separuh badan yang kanan atau yang kiri

Separuh badan kurang merasa, terasa semutan, terasa seperti kena cabe, terasa seperti terbakar

Mulut mencong

Lidah mencong bila dijulurkan

Bicara menjadi pelo/cadel

Sulit menelan

Bila makan atau minum suka keselek/ tersedak

Sulit berbahasa, apa yang ingin diucapkan tidak ketemu kata-katanya

Berbicara menjadi tidak lancar, sepatah-sepatah kata yang terucapkan

Bicara menjadi tak karuan, lancar tapi tak ada arti

Tidak dapat memahami bicara orang lain

Tidak dapat membaca dan menulis

Tidak dapat memahami tulisan

Berjalan sulit, langkah kecil-kecil

Kepintaran mundur, tak dapat berhitung

Pelupa

Penglihatan terganggu, sebagian lapangan pandang tidak terlihat

Pendengarannya mundur, menjadi tuli satu telinga

Mengapa stroke dapat terjadi ?

Otak membutuhkan banyak oksigen. Berat otak hampir 21/2 % dari berat badan seluruhnya, namun oksigen yang dibutuhkannya hampir mencapai 20 % dari kebutuhan badan seluruhnya. Oksigen ini diperoleh dari darah. Di otak sendiri hampir tidak ada cadangan oksigen. Dengan demikian otak sangat bergantung kepada keadaan aliran darah setiap saat. Bila suplai oksigen terputus selama 8-10 detik, maka terjadi gangguan fungsi otak. Bila lebih lama dari 6-8 menit, terjadi jejas (lesi) yang tidak pulih lagi (irrevesible) dan kemudian kematian.
Dari percobaan pada binatang diketahui bahwa penghentian aliran darah ke otak selama lebih dari 3 menit menyebabkan kerusakan yang menetap.

Faktor resiko yang kuat

Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Penyakit jantung

Sudah ada manifestasi aterosklerosis secara klinis

Diabetes mellitus (penyakit kencing manis)

Pernah mendapat stroke

Faktor-faktor resiko yang lemah (minor)

Kadar lemak yang tinggi di darah

Hematokrit tinggi

Merokok

Kegemukan

Kadar asam urat tinggi

Kurang gerak badan/olah raga

Fibrinogen tinggi

Pengaturan gaya hidup

Cukup tidur 6 – 8 jam/hari

Kurangi konsumsi makanan berlemak

Kurangi sebangsa daging. Penggantinya ikan/tahu/tempe

Perbanyak makan sayur dan buah

Olah raga secara teratur

Kurangi/berhenti merokok

Berhenti minum minuman beralkohol

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 25, 2010 in Biologi, Kesehatan, Tahukah Anda?, Umum

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: