RSS

“Perang” Dalam Rumah Tangga

25 Agu

Tiada orang yang tak pernah bertengkar seumur hidup. Jarang kita temui sebuah rumahtangga yang tak pernah bertengkar sama sekali semenjak hidup bersama karena hidup yang tiada pertengkaran adalah hidup yang sendirian. Hampir seluruh perkawinan mengalami pertengkaran, meskipun banyak orang malu mengakuinya.

Sebenarnya jika sebuah perkawinan tanpa pertengkaran sama sekali membuktikan matinya emosi. Bukanlah berarti pertengkaran itu baik namun pertengkaran juga mendatangkan kebaikan dan keburukan. Jika terjadi pertengkaran karena sesuatu yang tidak diingini berlaku dalam diri pasangan hidup. Tujuannya adalah agar sesuatu yang tidak baik itu hilang dari pasangannya, baik dalam bentuk pribadi maupun pekerjaannya. Sebenarnya pertengkaran itu sebagai pertanda awal dari sebuah Perkawinan. Di mana suami isteri mulai coba untuk menyatukan selera, tujuan dan keperluan hidup mereka. Jika mereka takut berbincang karena kuatir akan berlaku pertengkaran, akhirnya ia akan menimbulkan masalah yang lebih besar pada masa akan datang.

Jika suami isteri bertengkar secara kecil-kecil tidak membawa kepada pergaduhan, akhirnya mereka akan dapat mengatasi perselisihan dan kemudiannya mereka akan merasa lebih akrab.

Jika seorang suami merasa marah terhadap seseorang di tempat kerjanya, setelah pulang ke rumah, mungkin ia akan melampiaskan rasa marahnya itu pada isterinya. Jika Anda berpendapat suatu kemarahan harus dilampiaskan, maka Anda akan melampiaskan pada isteri Anda. Pada hal dalam Islam, kita disuruh bersabar.

Jika pertengkaran tidak dapat dielakkan lagi karena mungkin salah menyampaikan sesuatu ataupun pasangan kita tidak mau menerima hakikat diri kita, maka usahakanlah agar pertengkaran itu tidak membawa bencana. Perhatikan keadaan sekitar agar tiada pihak lain ikut sama atau menjadi tekanan perasaan.

Cara-cara menghadapi Pertengkaran

1. Jika terjadi pertengkaran, maka janganlah mencari kelemahan pasangan kita. Dan tidak wajar pertengkaran tersebut hanya ingin mencari kemenangan. Tetapi usahakanlah untuk menyelesaikan masalah secara bersama.

2. Jika pertengkaran itu menyangkut tentang satu topik, janganlah masalah-masalah lain dimasukkan sama karena ia akan menjadikan suatu pertengkaran yang besar yang boleh membawa bencana,

3. Batasi kekasaran jika berlaku pertengkaran. Jangan bertindak menggunakan fisik seperti memukul, melemparkan barang dan sebagainya. Cara ini tidak akan menyelesaikan masalah malah akan menimbulkan masalah yang lebih besar.

4. Di dalam pertengkaran, gunakan bahasa yang sesuai agar pasangan tidak tertekan. Kata-kata yang menyakitkan hatinya seperti: “Ini semua salah kamu. . . !”, “Engkau bodoh. . . !”, “Engkau selalu melakukan kesalahan. . . !” dan sebagainya. Sebaliknya gunakanlah perkataan yang lembut seperti, “Hati saya luka karena perbuatan itu. . . “, “Kamu tak sadar, betapa hancurnya hati saya. . . ” dan lain-lain.

5. Setelah bertengkar, jangan biasakan diri suka menyendiri, kemudian menjauhkan diri dari pasangan hidup. Jangan memisahkan diri karena ia tiada nilainya sama sekali dalam perkawinan. Bahkan ia merugikan hubungan suami isteri.

6. Jangan coba menggunakan seks atau uang untuk membalas pertengkaran. Ini menyebabkan terjadinya pertengkaran yang lebih hebat.

7. Jangan membiarkan pihak ketiga ikut serta dalam pertengkaran keluarga. Kehadiran pihak ketiga misalnya mertua, ipar, adik beradik hanya akan menambahkan kecurigaan dan mungkin menambah menyala api pertengkaran. selesaikan secara baik antara suami isteri.

8. Jangan bertengkar di depan anak-anak kena ini akan menjadikan anak-anak bingung dan tertekan perasaan. Jika ini berlaku, akan wujud banyak lagi masalah lain.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 25, 2010 in Religi, Tahukah Anda?, Umum

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: